Minggu, 20 Maret 2011

Makanan Tradisional Khas Kalimantan Tengah


Rotan Muda Makanan Khas Masyarakat Dayak  Kalimantan Tengah

Palangka Raya - Batang rotan yang biasanya dijadikan bahan baku untuk membuat meubel maupun kerajinan tangan, seperti tikar lampit, ternyata bagi masyarakat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, justru menjadi makanan khas, terutama rotan muda untuk disayur.

Untuk membuat makanan khas dayak ini, rotan terlebih dulu dibersihkan, kemudian kulitnya dibuang, dan bagian dalam yang agak lunak dipotong-potong ukuran kecil, agar memenuhi selera pengudapnya.

Makanan khas sayur rotan ini dapat dijumpai di restoran atau rumah makan khas Kalteng, karena selain sulit untuk mendapatkan bahan baku rotan muda, sebagian warga jarang membuatnya, kecuali warga dari daerah pedalaman.

Rotan muda biasanya mudah didapati di kawasan hutan atau di tepian sungai, dan menurut dia, cara memasaknya pun cukup sulit, karena terlebih dulu harus dibersihkan dari duri-durinya.

Sayur rotan atau masakan khas Dayak itu biasanya saat dimasak dicampur dengan terong asam, ubi keladi yang telah dipotong-potong, dan dicampur bumbu-bumbu sayuran.





Resep Makanan Khas Kalimantan Tengah

Abon Ikan Gabus (Kalimantan Tengah)

Bahan :
  • 1 kg Ikan gabus
  • Santan dari 1 buah kelapa secukupnya
Bumbu :
  • Lengkuas, serai, ketumbar, kunyit.
  • Daun salam, kemiri.
  • Bawang putih, bawang merah, garam, gula pasir secukupnya.
Cara membuat :
  • Ikan dibersihkan, dipotong tiga bagian lalu direbus sampai matang.
  • Semua bumbu diulek halus, kecuali daun salam.
  • Siapkan wajan untuk memindahkan ikan dari tempat merebus, untuk memudahkan mengaduk.
  • Masukkan santan, bumbu-bumbu, sekaligus kedalam tempat rebusan ikan aduk-aduk terus sampai agak kering.
  • Setelah setengah kering , api dikecilkan .
  • Ikan tidak boleh berhenti diaduk, sampai berwarna kuning kecoklatan.
  • Abon sudah siap untuk di makan.
  • Abon atau disebut juga sambal bubuk ikan , sangat enak dimakan untuk sarapan pagi.
  • Masukkan ke dalam wadah stoples, agar tidak cepat rusak.





Botok Daun Mengkudu Khas Dayak (Kalimantan Tengah)

Bahan :
  • 1 kg ikan sungai lais atau baung, sebaiknya ikan yang tidak bersisik. cuci bersih, tidak dipotong-potong, dibiarkan selama ± 2 jam.( jangan langsung dimasak ).
  • 40 lembar daun mengkudu yang sedang tuanya.
  • santan kental dari 2 buah kelapa
Bumbu :
  • garam
  • kunyit, serai, lengkuas, kencur.
  • daun salam, ketumbar.
  • semua dihaluskan.
  • Untuk bumbu dikira kira saja, sesuai selera kita.
Cara membuat :
  • Daun mengkudu dicuci bersih, buang tulangnya, diiris halus seperti kembang rampai.
  • Rebus daun mengkudu sebanyak dua kali, semua air rebusan dibuang karena terasa pahit.
  • siapkan panci besar, masukan ikan, daun mengkudu, santan, bumbu sekaligus.
  • Masak diatas api sedang, sampai daging ikan hancur, biarkan sampai air santan sisa sedikit.
  • Botok siap di hidangkan. Botok ini tahan sampiai 4-5 hari, dengan dihangatkan setiap hari.


Kakap Kukus Sayuran (Kalimantan Tengah)

Bahan :
  • 2 ptg fillet ikan kakap merah ± 150 gram
  • 1 bh wortel, potong kecil
  • 100 gr buncis, potong-potong
  • 2 bh kentang, kukus setengah matang, iris
  • 100 gr brokoli
  • Alumunium foil, untuk membungkus
Saus :
  • 5 sdm margarin
  • ¼ sdt garam
  • ¼ sdt merica bubuk
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • ½ bh bawang bombai, cincang halus
  • 1 sdt peterseli cincang
Cara Membuat:
Buat saus :
  • Kocok margarin dengan garpu hingga agak lembut, masukkan garam, merica, bawang putih, bawang bombai dan peterseli, aduk rata.
  • Ambil selembar kertas aluminium foil, tata ikan, kentang, wortel, buncis dan brokoli, tambahkan saus di atasnya dan tutup, kukus selama 20 menit, angkat.
  • Sajikan hangat dengan daun selada, tomat dan nasi. Selamat mencoba.
Untuk : 2 porsi


Sayur Umbut Khas Kalimantan Tengah
Bahan :
  • 1 kg Umbut atau pohon kelapa bagian atas yang masih lemah dan bisa di masak, dicuci, diiris tipis seukuran sendok makan, tebal ½ cm, di rendam supaya tidak berubah warna menjadi merah.
  • ½ kg tulang iga sapi atau ayam , dipotong-potong lalu bersihkan .
  • 1 iris Labu kuning ,dipotong setebal 2cm
Bumbu :
  • 2 gelas santan kental dan 6 gelas santan cair .
  • 1 ruas kunyit
  • laos dan serai di pukul supaya pecah.
  • 3 lembar daun salam
  • 1 sendok teh ketumbar
  • sedikit terasi dan garam.
  • 6 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
Cara membuat :
  • Tiriskan umbut yang telah direndam.
  • Rebus tulangan/ayam sampai agak matang, lalu masukkan umbut, dan labu kuning.
  • Gerus/tumbuk semua bumbu sampai halus, kecuali daun salam, laos, dan serai.
  • Masukan bumbu kedalam wajan umbut yang sedang direbus. Biarkan matang dan meresap.
  • Kalau air berkurang bisa ditambahkan sesuai selera. Sayur berkuah semacam lodeh.
  • Siap dihidangkan.

Oseng Paria
Bahan :
  • 3 biji Buah paria atau pare, cuci , dibelah dua dan iris tipis seukuran lidi
  • 3 sendok makan Tempuyak atau tempoyak terbuat dari buah durian yang diasinkan
  • 3 ekor Udang galah sedang, bersihkan dan iris setebal 1 cm
Bumbu :
  • bawang putih, bawang merah, semua diiris tipis
  • cabe merah diiris miring
  • gula pasir secukupnya, tergantung selera.
  • minyak goreng 1-2 sendok makan.
  • air putih secukupnya
Cara membuat :
  • Tuangkan minyak ke wajan, tumis semua bumbu sampai berbau wangi.
  • Masukkan udang , aduk -aduk dan beri air sedikit.
  • Setelah udang setengah masak masukkan paria, biarkan sampai paria matang.
  • Setelah semua matang, masukkan terakhir tempuyak,dan tambahkan air secukupnya agar tumis tidak menggumpal.
  • Berikan gula pasir sesuai selera. Antara 2-4 sendok. Adukan rata, angkat, siap di hidangkan.




1 komentar:

  1. Resepnya menantang untuk di coba, mau tanya bagaimana membuat tempoyak karena durian bnyak di bali jadi mungkin bisa dibuat tempoyak, tks.

    BalasHapus